Rekonstruksi Sekolah Terdampak Dikebut, Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran 100 persen Pulih

Kamis 19-02-2026,10:00 WIB
Reporter : Dimas Chandra Permana
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana di Sumatera melalui revitalisasi ratusan sekolah, bantuan guru, hingga penyediaan sarana darurat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan, proses pembelajaran di tiga provinsi terdampak kini telah berjalan 100 persen meski belum sepenuhnya ideal.

“Pembelajaran sudah berlangsung di seluruh wilayah terdampak, hanya saja sebagian masih di kelas darurat, menumpang di sekolah lain, atau menggunakan sistem shift,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti, dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

BACA JUGA:Kemensos Kucurkan Rp1,83 Triliun untuk Bantuan Tiga Provinsi Sumatera

Pemerintah telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) revitalisasi untuk 746 satuan pendidikan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan nilai total mencapai Rp866,5 miliar.

Dari jumlah tersebut, dana yang telah dicairkan mencapai Rp221,7 miliar, sementara sisanya masih dalam proses.

Langkah ini menjadi bagian dari rekonstruksi pendidikan pascabencana yang difokuskan pada perbaikan ruang kelas, penyediaan mebel, serta pemulihan fasilitas belajar yang rusak hingga relokasi sekolah yang hanyut.

Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga menggelontorkan bantuan operasional satuan pendidikan ke sekitar 29 ribu sekolah di kabupaten terdampak dengan total Rp1,98 triliun.

Penggunaan dana yang diberikan agar sekolah dapat menyesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan.

BACA JUGA:96 Personel Dishub Banda Aceh Dikerahkan, Atur Lalu Lintas di 13 Titik Kawasan Kuliner Ramadhan

Untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan, pemerintah menyalurkan bantuan khusus bagi 36.074 guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana sebesar Rp220,5 miliar. Setiap guru menerima Rp2 juta per bulan selama tiga bulan.

Pemerintah juga memastikan izin guru tetap mengajar tanpa mensyaratkan beban mengajar penuh selama masa darurat, dengan total anggaran mencapai Rp508,9 miliar.

Di sisi lain, berbagai dukungan pembelajaran telah disalurkan, antara lain 33.000 paket perlengkapan sekolah, 160 unit ruang kelas darurat, 197.670 buku pelajaran, serta bantuan psikososial bagi ratusan sekolah.

Upaya ini ditujukan untuk menjaga semangat belajar siswa di tengah kondisi pemulihan.

Secara umum, kegiatan belajar mengajar telah kembali berjalan di seluruh sekolah terdampak.

Kategori :

Terpopuler