BACA JUGA:85.717 Pengungsi Bencana Aceh Tertangani, Pemprov: Masih 106 Lokasi Belum
Di Aceh, 3.001 sekolah telah kembali belajar di lokasi asal. Di Sumatera Barat tercatat 626 sekolah, dan di Sumatera Utara 1.104 sekolah.
Namun masih ada sekolah yang harus menggunakan kelas darurat atau menumpang. Saat ini, sekitar 99 sekolah masih belajar di ruang darurat karena kondisi bangunan belum memungkinkan dipakai.
Selain itu, 22 sekolah masih menumpang akibat kerusakan berat atau hanyut sehingga memerlukan relokasi.
Di sejumlah lokasi, proses pembelajaran dilakukan secara bergiliran pagi dan siang. Bahkan sebagian siswa masih belajar di lantai karena keterbatasan meja dan kursi. Untuk menyesuaikan kondisi tersebut, pemerintah memberlakukan kebijakan darurat.
Hasil verifikasi menunjukkan tingkat kerusakan sekolah cukup signifikan. Di Aceh, dari ribuan sekolah yang terdampak, sekitar 35 persen mengalami kerusakan ringan, 54 persen rusak sedang, 7 persen berat rusak, dan sebagian kecil harus direlokasi.
Di Sumatra Barat, kerusakan didominasi kategori sedang, disusul rusak ringan, sementara sebagian kecil mengalami kerusakan berat dan perlu relokasi. Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara, dengan sebagian besar sekolah mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Dalam beberapa pekan ke depan, pemerintah akan melanjutkan penandatanganan PKS tambahan untuk revitalisasi sekolah, memverifikasi dan membuka rekening bantuan bagi sekitar 13 ribu guru dengan nilai Rp83,3 miliar, serta mengusulkan tambahan anggaran rekonstruksi sekitar Rp2,4 triliun.
Selain itu, bantuan peralatan TIK, laboratorium, alat praktik, serta perangkat pembelajaran senilai Rp60 miliar juga akan disalurkan untuk mendukung proses belajar yang lebih layak.
Mendikdasmen memastikan, fokus utama pemerintah adalah layanan pendidikan tetap berjalan di tengah masa pemulihan. Pendampingan pembelajaran darurat dan praktik baik di sekolah terdampak akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal sepenuhnya.