Menurut Hengki, ada kerawanan pada penggunaan Pasal 5 ayat 3 dan Pasal 7, yang sangat bisa mengakibatkan terjadinya pembelian tanpa tender dengan harga kemahalan dari harga pasar tanpa berakibat hukum di kemudian hari, Pasal ini sangat rawan disalah gunakan.
Dikatakan Hengki, CERI menilai harusnya hubungan G to G menjadi B to B, yaitu antara NOC Rusia dengan BLU Lemigas atau Pertamina, bukan NOC Rusia dengan trader E System Solutions FZ LLC baru kemudian dengan BLU Lemigad. “Jika ini yang terjadi, itu namanya transaksi abu leke,” ungkap Hengki.
Seharusnya, kesepakatan itu bisa mencontoh kesepakatan Indonesia dengan Arab Saudi yang menjadi kontrak jangka panjang Pertamina dengan NOC Saudi Aramco.
Dalam penelusurannya, CERI menemukan bahwa berdasarkan dokumen AHU Kementerian Hukum, E-System Solutions FZ-LLC pernah menjadi pemegang saham mayoritas PT ESYSTEM SOLUTIONS INDONESIA dengan kepemilikan 75 persen berdasarkan perubahan data perseroan tertanggal 12 September 2023.
CERI juga mencermati bahwa nama E-System Solutions FZ-LLC, perusahaan yang berkedudukan di Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, tercantum sebagai supplier/trader dalam dokumen pengadaan minyak mentah ESPO Rusia yang dipelajari CERI.
“Berdasarkan dua dokumen tersebut, terdapat nama perusahaan yang sama, yakni E-System Solutions FZ-LLC. Karena itu, kami meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai posisi dan peran perusahaan tersebut dalam rantai pengadaan minyak mentah ESPO ke Indonesia. Permintaan ini merupakan bagian dari upaya memperoleh kejelasan informasi, bukan kesimpulan adanya pelanggaran,” kata Hengki.
Menurut Hengki, pemerintah juga perlu menjelaskan apakah perubahan struktur kepemilikan PT ESYSTEM SOLUTIONS INDONESIA setelah 12 September 2023 berkaitan dengan aktivitas bisnis perusahaan tersebut atau merupakan aksi korporasi yang berdiri sendiri.
Pada akta PT Esystem Solutions Indonesia Nomor 02 tanggal 10 Juli 2026, sebanyak 5.000 lembar saham tercatat milik Habib Abderrahmane BouKharouba dan 5.000 lembar saham lainnya tercatat milik Ilya Kosyanenko, keduanya warga negara asing.
Selain temuan tersebut, CERI juga mencermati pemberitaan media yang menyebut PT ESYSTEM SOLUTIONS INDONESIA terlibat dalam proyek strategis sektor pertahanan sebagai mitra dalam program peningkatan kemampuan pesawat tempur M-346F Leonardo, termasuk integrasi sistem electronic warfare, jammer, dan persenjataan produksi dalam negeri.
Menurut Hengki, informasi mengenai proyek pertahanan tersebut berasal dari pemberitaan media dan bukan merupakan hasil investigasi maupun temuan independen CERI.
“Kami tidak mengaitkan proyek pertahanan dengan pengadaan minyak mentah Rusia. Namun, karena nama grup perusahaan yang sama muncul dalam dokumen pengadaan minyak dan juga disebut dalam pemberitaan mengenai proyek strategis pertahanan, pemerintah perlu memberikan penjelasan secara komprehensif agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak berkembang berbagai spekulasi,” ujar Hengki.