Pemprov Aceh dan Mahasiswa Tukar Pikiran untuk Pemulihan Aceh Pascabencana

Selasa 13-01-2026,17:00 WIB
Reporter : Dimas Chandra Permana
Editor : Dimas Chandra Permana

Pemerintah, kata dia, memastikan stok logistik, terutama beras dipastikan aman dan menjangkau seluruh wilayah Aceh yang terdampak. Hanya saja tantangannya masih sama, kendala akses dan cuaca.

Pemerintah Aceh saat ini memprioritaskan pemulihan konektivitas dari putusnya sejumlah jembatan yang memicu kenaikan inflasi. Selain itu, terdapat 456 pos kesehatan yang akan dievaluasi efektivitasnya guna memastikan layanan medis tetap prima.

“Koordinasi terus kita perkuat dengan LSM, TNI AU, Polri, hingga DLHK, termasuk dalam penanganan lumpur di pemukiman dan penyediaan lokasi menyebarkan material sisa banjir,” tambah M. Nasir.

BACA JUGA:Pemerintah Kebut Pengeboran Sumur Air Bersih di Aceh Tamiang, Warga Tak Antre Lagi!

Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Habibi, menyampaikan bahwa mahasiswa telah turun ke lapangan selama 22 hari di tiga wilayah terdampak dan berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp200 juta.

Selama ini adanya hambatan komunikasi yang signifikan antara kalangan akademisi dan pihak eksekutif dalam upaya penanganan pascabencana di Aceh. Menurutnya, selama ini belum terjalin koordinasi yang intensif, baik dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), maupun instansi terkait lainnya.

“Selama ini tidak ada komunikasi yang berjalan baik antara mahasiswa dengan pemerintah, baik itu di tingkat provinsi maupun kabupaten dan instansi terkait,” ujar Habibi.

Habibi menyayangkan kebuntuan komunikasi tersebut, mengingat mahasiswa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam proses transisi dari darurat ke pemulihan. Kurangnya sinkronisasi ini dinilai dapat menghambat efektivitas penyaluran bantuan dan program rehabilitasi di lapangan.

BACA JUGA:Pemerintah Kebut Pengeboran Sumur Air Bersih di Aceh Tamiang, Warga Tak Antre Lagi!

Namun, Habibi memberikan apresiasi atas terbentuknya ruang diskusi baru yang mempertemukan kedua belah pihak. Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi penguatan kolaborasi demi mempercepat pemulihan daerah terdampak.

“Terima kasih sudah disediakan ruang diskusi ini. Harapannya, agar muncul kolaborasi nyata antara mahasiswa dengan Pemerintah Aceh untuk saling membantu dalam proses pemulihan pascabencana,” tutup Habibi.

Kategori :

Terpopuler