BANDA ACEH, DISWAY.ID – Semangat baru menyelimuti hari pertama sekolah semester genap 2025/2026 di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026.
Di tengah puing-puing pascabencana, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, hadir langsung memimpin upacara bendera.
Kehadiran sosok menteri di wilayah terdampak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak membiarkan dunia pendidikan lumpuh akibat musibah.
BACA JUGA:PPPK Paruh Waktu Resmi Berlaku, Ini Aturan Lengkap dan Dampaknya bagi Honorer
BACA JUGA:Tarif Listrik Tidak Naik di Triwulan I 2026, Nafas Lega bagi Masyarakat dan UMKM
Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa musibah bukan sekadar cobaan fisik, melainkan ujian ketangguhan mental.
Ia juga memotivasi para siswa agar tidak menyerah meski sarana prasarana sekolah belum sepenuhnya pulih.
“Musibah bukanlah hukuman, melainkan pelajaran hidup untuk membentuk pribadi yang kuat. Kita boleh kehilangan harta, tapi tidak boleh kehilangan harapan dan cita-cita,” tegas Mu’ti.
Dia mengingatkan bahwa banyak tokoh besar bangsa lahir dari keterbatasan.
BACA JUGA:Tak Perlu Berat, Ini Jenis Olahraga yang Cocok untuk Usia 50 Tahun ke Atas
BACA JUGA:Kapur Sirih: Bahan Tradisional dengan Banyak Kegunaan dalam Rumah Tangga
Menurutnya, generasi hebat Indonesia adalah mereka yang mampu tetap berprestasi di tengah kondisi sulit.
Bukan sekadar memberikan motivasi, Mendikdasmen membawa kabar baik terkait infrastruktur.
Katanya, pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan alokasi anggaran khusus untuk perbaikan sekolah-sekolah yang rusak di Aceh Tamiang.
“Semangat harus melampaui keterbatasan. Kami akan mengupayakan agar kalian segera memiliki ruang belajar yang lebih baik untuk menyongsong masa depan,” pungkasnya.