RSUD Aceh Tamiang Terima 11 Ambulans Bantuan Kemenkes RI

Senin 04-05-2026,21:52 WIB
Reporter : Dimas Chandra Permana
Editor : Dimas Chandra Permana

BANDA ACEH, DIWAY.ID -- Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan dari Kementerian Kesehatan RI berupa sebelas mobil ambulans dan enam mesin genset untuk meningkatkan atau pemulihan layanan kesehatan pascabencana di wilayah tersebut.

Tujuan dari bantuan yang diberikan melalui skema CSR dan dana pusat ini adalah untuk memulihkan derajat kesehatan masyarakat yang terdampak bencana, kata Agus Jamaluddin, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, di Aceh Tamiang, Senin.

"Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyisakan masalah kesehatan yang serius. Kami berharap kendaraan operasional serta bantuan genset ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat," kata Agus Jamaluddin.

BACA JUGA:Jembatan Lubuk Sidup Kembali Hidupkan Nadi Ekonomi Aceh Tamiang

Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, bencana menyebabkan masalah kesehatan yang signifikan. Agus Jamaluddin menyatakan;

"Uangnya ada, namun responnya masih rendah. Kami meminta RSUD Muda Sedia dan puskesmas segera mengajukan klaim. Kendala klasik seperti kehilangan KTP warga terdampak seharusnya bisa diatasi dengan surat keterangan dari tingkat desa sesuai petunjuk teknis yang ada," ujarnya.

Dirinya menekankan bahwa kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah tidak hanya berhenti pada penyediaan bantuan, tetapi juga pada pengembangan dan pemeliharaan sarana untuk memastikan bahwa fungsi layanan publik tetap beroperasi dengan optimal dalam jangka panjang.

Kementerian Kesehatan meminta rumah sakit dan puskesmas di Aceh Tamiang untuk mempercepat progres klaim layanan kesehatan darurat bencana, karena respons administratif saat ini masih lamban meskipun sudah ada peraturan dan anggaran.

BACA JUGA:Sembunyi di Aceh Tengah, Polisi Bongkar Fakta Baru Kasus Pembunuhan Lansia di Pekanbaru

Selain itu, dia mengingatkan bahwa tim kesehatan dapat membangun manajemen bencana yang lebih tangguh dengan membentuk tim reaksi cepat atau tim medis darurat (EMT). 

"Kemenkes komit memberikan pelatihan manajemen bencana agar pusat komando (HEOC) dapat berjalan efektif saat krisis terjadi," kata Agus.

Sementara itu, Ismail, Wakil Bupati Aceh Tamiang, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pekerjaan Umum karena telah menanggapi dengan cepat kebutuhan urgen di wilayahnya.

Akibatnya, dia meminta instansi penerima manfaat untuk menjaga bantuan tersebut dengan sebaik mungkin.

BACA JUGA:BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional

Normalisasi setelah bencana ini diharapkan membantu ketahanan fasilitas kesehatan di masa depan.

Kategori :