Tak Semua Minyak Sama! Kenali 5 Jenis Minyak Sehat & Fungsinya di Dapur
--sukoharjonews.com
ACEH.DISWAY.ID - Kesehatan tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pemilihan minyak goreng yang tepat. Tidak semua minyak diciptakan sama. Beberapa jenis minyak justru dapat menjadi pendukung gaya hidup sehat jika dikonsumsi dengan benar dan dalam porsi yang tepat.
Para ahli gizi menekankan pentingnya memilih minyak yang mengandung lemak tak jenuh dan rendah lemak jenuh.
“Kunci utamanya adalah memilih minyak yang tinggi lemak tak jenuh, baik tunggal maupun ganda, dan rendah lemak jenuh. Minyak seperti ini lebih stabil dan baik untuk kesehatan jantung,” jelas seorang ahli nutrisi.
“Penting juga untuk memperhatikan titik asap atau smoke point minyak. Minyak dengan titik asap tinggi lebih cocok untuk menumis atau menggoreng, sedangkan yang rendah sebaiknya hanya untuk dressing salad,” tambahnya.
Jenis Minyak Sehat dan Bahan Utamanya
1. Minyak Zaitun Extra Virgin (EVOO)
- Bahan Utama: Buah zaitun yang diperas pertama kali (cold-pressed).
- Kelebihan: Kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan polifenol. Sangat baik untuk dressing, menumis dengan api kecil, atau sebagai finishing oil.
- Kata Ahli: “EVOO adalah pilihan prima untuk kesehatan jantung dan melawan peradangan karena proses ekstraksinya yang minimal.”
2. Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil)
- Bahan Utama: Daging buah kelapa segar yang diekstraksi tanpa pemanasan tinggi.
- Kelebihan: Mengandung asam laurat (Medium-Chain Triglycerides/MCT) yang mudah diubah menjadi energi. Cocok untuk memasak dengan suhu sedang hingga tinggi.
- Kata Ahli: “Meski tinggi lemak jenuh, jenis asam lemaknya berbeda. Konsumsi tetap perlu diperhatikan porsinya.”
3. Minyak Kanola
- Bahan Utama: Biji kanola (rapeseed varietas rendah asam erukat).
- Kelebihan: Memiliki rasio lemak tak jenuh ganda Omega-6 dan Omega-3 yang seimbang (2:1) dan titik asap yang cukup tinggi, cocok untuk menumis dan memanggang.
- Kata Ahli: “Rasio Omega-3 yang baik dalam minyak kanola mendukung kesehatan jantung dan otak.”
4. Minyak Alpukat
- Bahan Utama: Daging buah alpukat.
- Kelebihan: Memiliki titik asap yang sangat tinggi (hingga 270°C), kaya lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E. Ideal untuk menumis, membakar, dan menggoreng.
- Kata Ahli: “Titik asapnya yang tinggi membuat minyak alpukat stabil dan tidak mudah teroksidasi pada suhu panas.”
5. Minyak Wijen
- Bahan Utama: Biji wijen.
- Kelebihan: Memberikan aroma khas, kaya antioksidan sesamol. Biasanya digunakan sebagai penyedap (finishing oil) untuk hidangan tumisan atau salad.
- Kata Ahli: “Sebaiknya pilih minyak wijen murni dan gunakan di akhir memasak untuk mempertahankan nutrisi dan aromanya.”
Tips Memilih dan Menggunakan Minyak Sehat:
- Variasi adalah Kunci: Gunakan beberapa jenis minyak sesuai kebutuhan masakan untuk mendapatkan manfaat nutrisi yang beragam.
- Perhatikan Titik Asap: Selalu sesuaikan jenis minyak dengan metode memasak (high-heat vs low-heat).
- Simpan dengan Benar: Simpan minyak di tempat sejuk, gelap, dan tertutup rapat untuk mencegah kerusakan oksidatif.
- Baca Label: Pilih minyak yang diproses secara cold-pressed atau expeller-pressed, dan hindari yang mengandung minyak terhidrogenasi parsial (lemak trans).
BACA JUGA:Sumber Protein Nabati Terbaik: Mengenal Jenis Tahu dan Manfaatnya untuk Kesehatan Jantung & Tulang
Dengan memahami jenis, bahan dasar, dan karakteristik masing-masing minyak, Anda dapat membuat pilihan cerdas untuk mendukung kesehatan keluarga dalam setiap sajian.
Sumber: