Abdul Rivai Ras: Transformasi PTPN I Harus Lebih Progresif, Jangan Hanya Kejar Profit

Abdul Rivai Ras: Transformasi PTPN I Harus Lebih Progresif, Jangan Hanya Kejar Profit

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras sebut transformasi PTPN I adalah keharusan yang tak bisa ditawar-Istimewa-

Soal penguatan manajemen risiko, menurut Rivai, adalah benteng terkuat untuk menjaga keamanan aset dari risiko bias. Restrukturisasi organisasi melalui integrasi Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko, kata dia, menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan Perusahaan. Hal ini untuk  mengantisipasi berbagai ketidakpastian bisnis, termasuk fluktuasi harga komoditas global, perubahan iklim, hingga penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi standar dalam industri agribisnis dunia.

"Perusahaan yang kuat bukan hanya mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola risiko secara terukur sehingga tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global," tegas Rivai.

Percepat Digitalisasi

Abdul Rivai Ras juga menegaskan soal digitalisasi yang bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan perubahan budaya kerja yang mengedepankan efisiensi, kecepatan, akurasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Implementasi teknologi smart farming, digitalisasi proses bisnis, serta integrasi sistem informasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.

Pada pilar keempat, yakni optimalisasi aset negara menegaskan bahwa seluruh aset yang dikelola PTPN I (Persero) diarahkan untuk menghasilkan produktivitas dan nilai ekonomi yang maksimal. Optimalisasi tersebut tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan kemitraan yang inklusif, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi di wilayah operasional perusahaan.

Sementara itu, pilar kelima adalah penguatan sinergi kelembagaan. Menurut Abdul Rivai Ras, keberhasilan transformasi perusahaan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, DPR, aparat penegak hukum, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

"Transformasi bukanlah pekerjaan satu orang atau satu institusi. Ini adalah gerakan bersama untuk membangun PTPN I menjadi perusahaan agribisnis nasional yang mampu berdiri sejajar dengan perusahaan-perusahaan perkebunan terbaik di dunia. Dengan tata kelola yang kuat, digitalisasi, inovasi, serta kolaborasi yang solid, kami optimistis PTPN I akan menjadi korporasi yang semakin profesional, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia," pungkas Abdul Rivai Ras.

Melalui implementasi lima pilar transformasi tersebut, PTPN I (Persero) menegaskan arah baru perusahaan menuju korporasi agribisnis berkelas dunia yang mengedepankan tata kelola yang baik, inovasi, keberlanjutan, efisiensi, dan kolaborasi. Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi PTPN I sebagai motor penggerak industri perkebunan nasional sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia di tingkat global. 

Sumber: