Dipicu Kekhawatiran Stok Nasional, Fenomena Panic Buying BBM Landa SPBU di Banda Aceh

Selasa 10-03-2026,21:53 WIB
Reporter : Rifaa Ayuni
Editor : Rifaa Ayuni

ACEH.DISWAY.ID - Suasana di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banda Aceh mendadak padat. Antrean kendaraan tampak mengular panjang sejak Kamis (5/3) hingga Jumat (6/3). Fenomena panic buying ini diduga kuat dipicu oleh pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait ketahanan stok BBM nasional yang disebut hanya mampu bertahan selama 20 hari akibat dampak ketegangan konflik Iran-Israel.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang terjadi di beberapa titik strategis. Di SPBU Lingke, antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar 300 meter hingga mendekati gerbang keluar Kantor Gubernur Aceh. Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Lamnyong, di mana antrean meluap hingga ke badan jalan dan bertahan hingga larut malam.

Faktor Psikologis dan Trauma Masa Lalu

Seorang pengendara mobil, Saiful Kamar, menilai kondisi ini lebih disebabkan oleh faktor psikologis masyarakat yang cenderung ikut-ikutan.

"Budaya masyarakat kita ini sering ikut-ikutan. Ada orang yang antre, yang lain juga ikut. Nanti kalau tidak ikut antre takut minyaknya habis, padahal sebenarnya stok dari Pertamina aman," ujar Saiful saat ditemui di tengah antrean.

BACA JUGA:Upaya Pertamina Bersihkan Puskesmas Rantau, Pulihkan Layanan Kesehatan Masyarakat Aceh Tamiang

Ia menambahkan bahwa kecemasan warga juga diperparah oleh trauma masa lalu saat terjadi bencana banjir yang sempat menyebabkan kelangkaan BBM, serta persiapan masyarakat menjelang mudik Hari Raya Idul Fitri.

"Mungkin juga orang-orang panik karena pengalaman bencana kemarin. Jadi ketika melihat situasi seperti ini mereka langsung mengantisipasi. Walaupun berita menyatakan stok aman, karena sudah mendekati Lebaran, orang memilih untuk berjaga-jaga," tambahnya.

Kesaksian Petugas SPBU

Lonjakan konsumen yang datang secara tiba-tiba juga mengejutkan para petugas di lapangan. Maujul Bahri, seorang petugas di salah satu SPBU, menceritakan bahwa situasi awalnya sangat normal.

"Sebelumnya pas dibuka itu belum ramai, bahkan saat mobil tangki sampai juga tidak ada antrean. Tapi beberapa jam kemudian, yang datang tiba-tiba makin ramai, saya juga kaget. Namun karena konsumen tertib, saya bantu mengatur agar tidak mengganggu lalu lintas di jalan raya," kata Maujul.

BACA JUGA:Pertamina Pasok BBM untuk Mendukung Operasional RSUD Aceh Tamiang

Di tengah kepanikan warga, pihak pengelola SPBU menegaskan bahwa pasokan BBM sebenarnya dalam kondisi mencukupi. Firdaus, Pengawas SPBU Lamdingin, menyatakan bahwa pihaknya menerima pasokan rutin dari Pertamina.

"Stok minyak yang diterima hari ini itu dua mobil tangki, sebanyak 48 ton. Terdiri dari Pertamax 8 ton, Pertalite 16 ton, dan Biosolar 16 ton. Untuk stok insyaallah aman, ini hanya warga yang panik saja," tegas Firdaus.

Meski pengelola menjamin ketersediaan stok, antrean kendaraan di berbagai sudut kota Banda Aceh masih menjadi pemandangan utama, mencerminkan besarnya kekhawatiran masyarakat terhadap isu energi global yang berdampak hingga ke daerah. Pihak Pertamina sendiri sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan normal.

Kategori :