BANDA ACEH, DISWAY.ID -- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh berencana akan melakukan operasi pengawasan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026. Mulai dari kue hingga parsel lebaran akan diuji.
Upaya ini akan dilaksanakan untuk memastikan seluruh makanan dan minum khas lebaran aman dikonsumsi serta bebas dari bahan berbagaya.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari pengawasan rutin tahunan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan hingga menuju Lebaran.
BACA JUGA:Akses Warga Bener Meriah Kembali Pulih, Jembatan Bailey Sepanjang 15 Meter Resmi Difungsikan
BACA JUGA:Warga Takengon Antre Panjang demi Stok BBM, Bupati Aceh Tengah: Jangan Panic Buying!
Menurut momentum ini kerap dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Sehingga pengujian harus dilakukan demi keamanan masyarakat.
“Menjelang Lebaran nanti, paket parsel juga akan kita uji. Karena biasanya momentum ini menjadi kesempatan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Semoga tidak ada, tetapi tetap akan kita lakukan pemeriksaan dengan membongkar, melihat, dan mengecek bersama lintas sektor,” ujar Riyanto, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, beberapa tahun terakhir BBPOM Aceh juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait ancaman ini.
Kemudian pelaku usaha juga diberi penjelasan terkait penggunaan bahan pangan yang aman, baik bahan mentah maupun bahan tambahan.
BACA JUGA:Danone Bangun 35 Titik Sumber Air di Lokasi Bencana, Bupati Aceh Timur Apresiasi Tinggi
BACA JUGA:BNI Dukung Pembiayaan Perumahan di Singkawang, 200 Peserta Ikut Akad KPP dan FLPP
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan zat berbahaya seperti pewarna tekstil untuk makanan dan formalin semakin meningkat.
Terkait kue Lebaran, Riyanto menegaskan bahwa produk yang telah memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) pada prinsipnya telah memenuhi standar keamanan pangan.
Namun, produk yang belum memiliki izin resmi akan menjadi perhatian khusus dalam pengawasan tahun ini.
“Yang belum memiliki izin itu yang menjadi perhatian kami. Nantinya akan kita bina agar mendapatkan izin, sehingga produk yang beredar benar-benar aman untuk masyarakat,” pungkasnya.