Oleh Mahendra Utama | Pemerhati Pembangunan
Membangun Jembatan antara Dunia Usaha dan KampusACEH.DISWAY.ID - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam dunia pendidikan. Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Program Beasiswa Tingkat Universitas Tahun 2026", Kadin Lampung mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merancang akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif.
FGD ini dihadiri oleh Romi Junanto Utama selaku Wakil Ketua Umum Kadin Lampung, Ardiansyah dari Dewan Penasehat Kadin, serta Rina Febrinan, Wakil Rektor III Universitas Malahayati Lampung.
Teori Human Capital: Investasi yang Tak Pernah Rugi
Dalam perspektif ekonomi pembangunan, pendidikan adalah bentuk investasi modal manusia (human capital investment) yang paling strategis.
Teori yang digagas Schultz dan Becker menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berkontribusi langsung terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Sebagaimana dikatakan para pakar, "knowledge is power and education is investment in the future".
FGD Kadin Lampung ini menjadi wujud nyata dari teori tersebut: dunia usaha tidak hanya menuntut tenaga kerja siap pakai, tetapi juga hadir sebagai mitra dalam menyiapkan generasi penerus.
Kolaborasi untuk Generasi Emas Lampung
Sinergi antara Kadin, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah adalah kunci. Universitas Malahayati, melalui kehadiran Wakil Rektor III, menunjukkan keseriusan institusi pendidikan dalam mendukung program ini.
Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga telah menggulirkan program "Satu Desa Satu Sarjana" yang menyiapkan beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa.
Apresiasi untuk Kepemimpinan Nasional
Apresiasi patut diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto yang secara konsisten mendorong perluasan akses beasiswa pendidikan tinggi. Presiden bahkan menginginkan agar jumlah mahasiswa penerima beasiswa terus diperbanyak, dengan prioritas pada bidang sains dan teknologi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, juga telah menindaklanjuti arahan tersebut dengan mengkaji standar pembiayaan mahasiswa di seluruh PTN.
Di tingkat daerah, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menunjukkan komitmen luar biasa melalui berbagai program beasiswa yang menyasar anak-anak petani dan keluarga kurang mampu.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Lampung tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membangun fondasi masa depan yang lebih berkeadilan. Pendidikan adalah hak, dan melalui kemitraan strategis, hak itu semakin nyata.