V1-Percepat Hilirasi Emas, BSI Support IBMA Perkuat Industri Bullion
V1-Percepat Hilirasi Emas, BSI Support IBMA Perkuat Industri Bullion-dok.istimewa-
ACEH.DISWAY.ID - Cita-cita menjadikan industri bullion mendorong penguatan ekosistem emas nasional di Indonesia semakin solid dengan terbentuknya Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Tak lama setelah pendirian, IBMA langsung tancap gas menggelar pleno untuk memantapkan langkah percepatan ekosistem pasar bulion nasional agar menjadi lebih terintegrasi,transparan dan dan berdaya saing global.
IBMA merupakan asosiasi yang dibentuk pelaku industri bullion Indonesia untuk mendorong pengembangan pasar bulion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi serta penguatan ekosistem industri nasional. Kehadirannya diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis bagi para pelaku industri dari hulu hingga hilir dalam memperkuat ekosistem pasar bulion nasional, serta mampu menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebijakan, peningkatan standar industri, serta penguatan daya saing pasar bullion nasional di tingkat regional maupun global.
Dengan integrasi yang lebih cepat, proses hilirisasi emas akan terjadi akselerasi, produk berbasis emas akan lebih beragam, dan Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya sebagai pusat pasar bullion di Asia Tenggara.
Hari ini (20/7) BSI bersama para pelaku industri yang tergabung dalam IBMA mendiskusikan tentang arah pengembangan bullion bank. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI)sebagai salah satu pendiri IBMA menegaskan komitmennya ntuk mendukung penguatan industri bullion nasional.
BSI telah memiliki layanan perdagangan emas, titipan emas, dan simpanan emas sebagai bagian dari pengembangan bisnis bulion Perseroan. Hingga Mei 2026, BSI dipercaya mengelola lebih dari 23 ton emas.
Direktur Sales dan Distribution BSI sekaligus Sekretaris Jenderal IBMA Anton Sukarna menegaskan BSI terus mengedukasi emas agar tetap bisa dijangkau seluruh kalangan masyarakat. "Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa emas adalah salah satu investasi syariah yang aman dan memiliki nilai intrinsik value jangka panjang. Terlebih di tengah kondisi ekonomi dinamis, kami sudah menyiapkan beberapa langkah strategis agar emas bisa tetap bisa dijangkau seluruh kalangan," ujarnya.
Masyarakat saat ini dapat mengakses emas dengan gramasi yang kecil melalui mobile banking BYOND by BSI dengan harga Rp50ribu-an secara digital sehingga dapat diakses kapan dan dari mana saja. saat ini kami juga tengah mempersiapkan edukasi dan fitur terbaru bullion bank yakni menabung emas rutin.
BACA JUGA:Saham BSI Melesat 9,77%, Kompak dengan Mulai Masuknya Kembali Aliran Dana Asing
BACA JUGA:Kinerja Pembiayaan BSI Solid, Ditopang 23% Sektor Usaha Berkelanjutan
Melalui sinergi agresif IBMA dan pelaku pasar termasuk BSI, Indonesia kini siap mengoptimalkan dan memonetisasi logam mulia. Rapat Pleno ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan dimulainya era baru di mana Indonesia tidak lagi hanya menjadi penambang, melainkan penguasa pasar emasnya sendiri.
Komitmen ini juga ditegaskan oleh Ketua Umum Indonesia Bullion Market Association (IBMA) yang juga sebagai Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Selfie Dewiyanti mengatakan “Kehadiran IBMA membawa misi transformasi besar bagi perekonomian nasional. Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari yang tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan aktif.”
Kesepakatan ini dihadiri oleh anggota IBMA diantaranya PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Untung Bersama Sejahtera, PT Laku Emas Indonesia, PT Indonesia Commodity & Derivatives Exchange, PT Brinks Solutions Indonesia, PT Central Mega Kencana, PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24) dan PT Sentral Kreasi Kencana.
Sumber: