Saham BSI Melesat 9,77%, Kompak dengan Mulai Masuknya Kembali Aliran Dana Asing
Saham BSI Melesat 9,77%, Kompak dengan Mulai Masuknya Kembali Aliran Dana Asing-dok. istimewa-
ACEH.DISWAY.ID - Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) tampil sebagai pencetak kenaikan tertinggi di antara emiten perbankan pada perdagangan hari ini. Saham bank syariah terbesar di Indonesia itu melonjak 170 poin atau 9,77% ke level 1.910, jauh mengungguli penguatan bank-bank pelat merah dan swasta lain yang juga kompak menghijau.
Penguatan BRIS ditopang oleh volume transaksi 64,8 juta saham dengan nilai turnover Rp116,6 miliar dan frekuensi transaksi mencapai 15.134 kali. Di sisi penawaran, posisi bid tercatat di 1.910 dengan antrean beli 21.281 lot, sementara ask berada di 1.915 dengan antrean jual 6.062 lot – mengindikasikan minat beli yang masih cukup kuat menjelang penutupan sesi.
Penguatan BRIS terjadi di tengah perbaikan sentimen pasar modal domestik. Setelah investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) kumulatif yang cukup besar sepanjang tahun berjalan, aliran dana asing belakangan mulai menunjukkan tanda-tanda berbalik arah. Pada perdagangan Kamis (16/7), investor asing membukukan pembelian bersih jumbo senilai Rp1,22 triliun di seluruh pasar, dengan saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI menjadi incaran utama. Tren ini berlanjut pada sesi pertama Jumat (17/7), di mana investor asing kembali mencatatkan net buy meski dalam jumlah lebih tipis.
BACA JUGA:Kinerja Pembiayaan BSI Solid, Ditopang 23% Sektor Usaha Berkelanjutan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri telah menguat lima hari perdagangan beruntun sejak awal pekan ini, didukung oleh membaiknya kepercayaan pasar meski secara akumulatif investor asing masih mencatat net sell signifikan sejak awal tahun. Kembalinya minat beli asing ke saham-saham perbankan besar turut menciptakan sentimen positif yang menjalar ke saham-saham bank lain, termasuk BRIS, meski porsi kepemilikan asing di BRIS relatif tidak sebesar bank-bank BUMN konvensional.
Di luar sentimen pasar, penguatan BRIS juga selaras dengan kinerja keuangan perseroan yang dinilai analis tetap solid. Pada kuartal I 2026, BRIS membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1% secara tahunan. Pertumbuhan itu ditopang ekspansi pembiayaan sebesar 14,4% YoY serta perbaikan margin bunga bersih (NIM) menjadi 5,6%, naik dari 5,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban provisi pun tercatat turun 6,8% YoY, turut menopang kenaikan laba bersih perseroan
Dari sisi pendanaan, pertumbuhan dana murah (CASA) BRIS tercatat mencapai 21,4% YoY, dengan tabungan tumbuh 20% dan giro naik 24%. Analis dari Ciptadana Sekuritas Asia menilai penguatan ini turut ditopang oleh ekosistem haji dan bisnis emas BRIS yang terus berkembang – jumlah nasabah haji naik 20% YoY menjadi 6,7 juta orang, sementara nasabah emas melonjak 46% menjadi 762 ribu orang. Ciptadana mempertahankan rekomendasi “buy” untuk saham BRIS dengan target harga Rp2.900 per saham.
Hal ini disampaikan Investor Relation BSI Rizky Budinanda "Meski mencatat lonjakan tajam hari ini, perlu dicatat bahwa saham BRIS masih berada dalam tren pemulihan setelah mengalami koreksi signifikan dalam setahun terakhir. Sejumlah analis mengingatkan bahwa tantangan seperti tekanan biaya dana serta potensi dilusi akibat kewajiban pemenuhan aturan free float minimum tetap menjadi faktor risiko yang perlu dicermati investor ke depan".ujarnya.
"Dengan kombinasi antara membaiknya sentimen aliran dana asing dan fundamental kinerja yang tetap terjaga, pergerakan saham BRIS hari ini menjadi sinyal bahwa minat pasar terhadap emiten perbankan syariah pelat merah tersebut masih tergolong tinggi, di tengah dinamika pasar modal domestik yang berangsur membaik".pungkasnya
Sumber: