Jelang Ramadhan 2026, 6.000 Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Belum Punya Rumah

Jelang Ramadhan 2026, 6.000 Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Belum Punya Rumah

Ilustrasi. Pengungsi bencana Aceh Tamiang yang masih tertahan di tenda-tenda pengungsian mencapai 6.000 jiwa. Mereka belum mendapatkan hunian sementara (Huntara) yang dijanjikan pemerintah.-Tangkapan layar-

ACEH TAMIANG, DISWAY.ID -- Jelang puasa Ramadhan 2026, nasib pengungsi banjir Aceh Tamiang, Aceh, masih memprihatinkan.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh GIS BNPB per 17 Februari 2026, setidaknya ada 6.052 jiwa masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Kondisi ini memicu kekhawatiran, sementara pembangunan Hunian Sementara (Huntara) sejauh ini belum sepenuhnya rampung tepat waktu.

Puasa dari Tenda

Tak bisa dipungkiri, ada perasaan ketidakpastian yang kini harus dihadapai oleh ribuan warga Aceh Tamiang di tingkat desa.

Datok Penghulu (Kepala Desa) Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Khairi Ramadhan  mengungkap bahwa keluhan warga semakin meningkat.

BACA JUGA:Memaknai Imlek 2577 dalam Kesederhanaan di Kelenteng Tertua Aceh Tamiang

Mereka menagih janji pemerintah untuk segera mendapatkan fasilitas Huntara.

“Huntara belum selesai. Pastinya masyarakat mengeluh karena tempat tinggal mereka belum siap,” ujar Khairi, Selasa (17/2).

Nada serupa datang dari Datok Penghulu Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Ibrahim. Tok Bram, sapaan akrabnya tak memungkiri realita yang ada.

Menurutnya terjadi keterlambatan proses pembangunan di lapangan.

Salah satu penyebabnya ia mencontohkan, terdapat lahan untuk Huntara yang berada di kampungnya baru benar-benar dibersihkan beberapa hari terakhir.

BACA JUGA:Orkestrasi Nasional dan Komdigi yang Kuat: Fondasi Transformasi Digital Indonesia

“Puasa sudah pasti di tenda pengungsian,” kata dia dengan nada getir.

Data Huntara yang Sudah Terbangun

Perlu diketahui, tidak semua daerah bencana mengalami keterlambatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

Sumber: