Memaknai Imlek 2577 dalam Kesederhanaan di Kelenteng Tertua Aceh Tamiang
Perayaan Imlek 2026 di Aceh Tamiang berlangsung penuh renungan.-Antara-
ACEH TAMIANG, DISWAY.ID -- Gema lonceng dan aroma hio tetap membubung di Kelenteng Seruway, meski kemeriahannya tak seperti tahun-tahun lalu.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kabupaten Aceh Tamiang tahun ini menjadi momen refleksi yang mendalam bagi warga Tionghoa setempat.
Bukan tanpa alasan, kemudahan ini merupakan bentuk empati sekaligus dampak nyata dari bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
BACA JUGA:Orkestrasi Nasional dan Komdigi yang Kuat: Fondasi Transformasi Digital Indonesia
Jika biasanya Yayasan Vihara Dharma Buddha Tua Pe Kong Seruway dipadati hingga ratusan jemaat dari luar kota, tahun ini suasana tampak lebih lengang.
Asan (35), penjaga kelenteng, mengungkapkan adanya penurunan jumlah jemaat yang cukup signifikan.
“Sebelum bencana biasanya ramai, bisa mencapai 100-an orang yang datang," ujar Asan dilansir dari Antara, dikutip Selasa, 17 Februari 2026.
"Namun, semenjak ada bencana, kondisi menjadi sepi. Tahun ini kami laksanakan secara sederhana saja,” tambahnya.
BACA JUGA:Naik Sidik, Bareskrim Polri Temukan Fakta Baru Soal Kasus Pembalakan Liar di Hutan Aceh
Meski demikian, esensi ibadah tidak berkurang sedikit pun. Ritual penyalaan dupa, pembakaran kertas doa, dan sembahyang bersama tetap dilakukan dengan khidmat.
Fokus utama jemaat tahun ini adalah memohon keselamatan dan kekuatan bagi keluarga serta pemulihan total bagi Aceh Tamiang.
Perayaan puncak yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 00.00 WIB menjadi simbol harapan baru.
Bagi Asan yang telah mengabdi selama delapan tahun menjaga kelenteng ini, Imlek 2577 adalah titik balik untuk bangkit.
BACA JUGA:BNPB: Masih Ada 3 Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Sumber: